Look what popped up on the radar.
Mancasa dropped a little note here for you.
Turns out today marks something pretty cool.
Two quiet faces behind the scenes.
Just a quick snapshot of both of us.
The guy who ended up checking his screen way more often than usual.
The face that easily turns an ordinary evening into something memorable.
What made the last two months feel this quick?
We managed to turn random back-and-forth banter into the highlight of my routine.
Sixty-two days went past without either of us running out of weird things to laugh about.
Having someone match your energy this well rarely happens by accident.
Today marks two whole months since we teamed up.
Happy second month together, Shabi.
Took some time to put down my actual thoughts without holding back.
Isn’t it funny how someone can enter your life so quietly, only to become such a big part of it? Two months have passed since we began this journey together, and even now, I still find myself smiling at the thought of how we came to be. Rasanya baru kemarin kita mulai kenal satu sama lain and learning the things that make us who we are. Now, here we are, celebrating our second month together. I mean. TWO MONTHS?? DUA BULAN??? KOK BISA YA?? perasaan baru kemarin aku mulai senyum-senyum sendiri gara-gara kamu... anyway, I couldn’t be more grateful for that, Bib.
There are so many things I want to tell you, and sometimes I wonder if words will ever be enough to explain just how much you mean to me. You have become someone I look forward to, someone I want to share my thoughts with, mulai dari hal penting sampai cerita random yang sebenernya nggak penting-penting amat. But you know what? Aku tetep pengen cerita ke kamu. Mau ceritanya menarik atau tentang hal receh yang aku lihat lima menit lalu, rasanya selalu ada keinginan buat melibatkan kamu di dalamnya. I love how even the simplest conversations with you can turn into something I want to remember.
I hope you know that you never have to be anything other than yourself with me. Kamu nggak harus selalu punya jawaban buat semuanya, nggak harus selalu baik-baik aja, dan nggak harus pura-pura kuat kalau emang lagi capek. I want to be there for the days when everything feels easy, but I also want to stay when things get difficult. Kalau kamu lagi punya banyak cerita, aku mau dengerin. Kalau kamu lagi nggak tau harus ngomong apa, that’s okay, too. You don’t always have to find the right words for me to understand that something is wrong. Aku masih punya banyak hal tentang kamu yang pengen aku kenal, banyak sisi kamu yang pengen aku pahami, dan banyak cerita yang pengen aku dengar langsung dari kamu. ETTT INI BUKAN MAU INTEROGASI YA, BIBOB. AKU CUMA KEPONYA SAMA PACAR SENDIRI, MASA NGGAK BOLEH? WKWKWK. I just want you to know that you can always be yourself with me, at your own pace, without feeling like you have to earn the care I give you.
Two months might still seem like such a short amount of time, but I don’t think the meaning of something should ever be measured by how long it has existed. Buat aku, yang paling berarti adalah semua hal yang udah kita lewatin sejauh ini. Every laugh, every conversation, every reassurance, and every moment that has made me glad to have you in my life. Aku tau masih banyak hal tentang kamu yang belum aku tau, masih banyak cerita yang belum sempat kita bagi, dan masih banyak kenangan yang menunggu buat kita ciptakan bersama. And honestly, that is one of the things I look forward to the most. Coba bayangin saat kita udah lebih lama bareng, terus bisa nengok ke belakang dan bilang, "Ah anjir anjir anjir kita baru dua bulan udah segemes ini ternyata" oooosyittt I’M ALREADY LOOKING FORWARD TO THAT. Intinya, aku masih mau kenal kamu lebih jauh, and I would love nothing more than to keep doing so, one day and one memory at a time.
Thank you for choosing to be here with me. Thank you for the time you give me, the patience you show me, and the ways you make me feel remembered. Makasih udah ngasih aku kesempatan buat jadi bagian dari hari-hari kamu, makasih udah menyediakan ruang buat aku di hidup kamu, dan makasih karena selama ini kamu udah jadi seseorang yang begitu berarti buat aku. I hope I have made you feel just as cherished as you have made me feel. Kalau suatu saat aku bikin kesalahan atau belum bisa jadi pasangan yang kamu butuhin, aku harap kita bisa saling ngomongin semuanya baik-baik. I don’t expect us to be perfect. Aku cuma berharap kita bisa terus belajar memahami satu sama lain, belajar buat lebih sabar, dan tetap memilih buat saling mendengarkan bahkan ketika keadaan lagi nggak mudah (Anjay). Duh keliatan serius banget nggak sih aku? Padahal awalnya cuma mau nulis ucapan mensive, sekarang malah pengen cerita satu buku penuh tentang betapa bersyukurnya aku punya kamu (Jangan protes, kamu yang jadi inspirasi utamanya).
Happy second month to us, Bibib sayang. If I could wish for anything, it would be for us to keep finding joy in the simplest things, to keep growing into better versions of ourselves without losing what makes us who we are, and to have countless more anniversaries to celebrate together. Aku berharap hari-hari ke depan akan selalu memberi kita alasan buat tersenyum, tapi kalau suatu saat semuanya terasa berat, semoga kita tetap ingat kalau kita nggak harus menghadapi semuanya sendirian. We don’t have to rush through any of it. Aku cuma mau menikmati apa yang kita punya sekarang, menjaga apa yang udah kita bangun bersama, dan terus menciptakan kenangan yang suatu hari nanti bisa kita ingat sambil tersenyum. Oh! and about those future mensiversaries? AKU UDAH SIAP. Buat bulan ketiga, keempat, kelima, dan seterusnya. Kalian tinggal datang, aku yang bakal ribut sendiri bikin ucapannya.
Two months down, and still so many pages left for us to write. Kalau kamu tanya aku, I would gladly turn every single one with you. Aku nggak tahu bakal ada cerita seperti apa di halaman-halaman berikutnya, tapi kalau aku boleh memilih siapa yang mau aku ajak menulisnya, jawabanku tetap kamu. Dan kalau suatu hari aku lupa gimana caranya merangkai kata-kata buat jelasin perasaan aku, YA UDAH???? Aku peluk kamu aja, dat simple! Biar kamu paham sendiri. (Semoga kamu nggak protes soal metode komunikasi ini.)
Happy 2nd mensive, Shabiel Mieva. I’m so glad that, among all the people I could have met, I got to meet you. Dari sekian banyak orang yang mungkin bisa hadir di hidup aku, ternyata aku dipertemukan sama kamu, and I wouldn’t trade that for anything. KAMU PAHAM NGGAK SIH BETAPA BERSYUKURNYA AKU BISA KENAL KAMU??? HUHUHUHU karena aku sendiri kadang masih suka nggak percaya kalau seseorang yang sekarang punya tempat sebesar ini di hati aku dulunya adalah seseorang yang belum aku kenal sama sekali. Life is funny that way, isn’t it?
Wholeheartedly, yours. Ncatut sayang Bitut selalu. ♡
─ Mancasa
Cheers to two solid months, Shabi.
Pretty sure sticking around you was the easiest decision yet.